PT. BERITA ISTANA NEGARA

HUT RI ke 78 Desa Gilirejo Baru Adakan Lomba Hias Nasi Tumpeng

Berita Istana - Minggu, 6 Agustus 2023 12:03

Sragen – Ratusan warga Desa Gilirejo Baru, Kecamatan Miri , Kabupaten Sragen ikut memeriahkan lomba nasi tumpeng antar RT se Desa Gilirejo Baru.

Lomba nasi tumpeng ini untuk menyambut perayaan hari ulang tahun (HUT) Kemerdekaan RI ke 78 yang berlangsung di Aula Desa Gilirejo Baru.

Sebanyak 16 nasi tumpeng yang masuk nominasi penilaian, tampak dihiasi dengan beragam corak. Salah satu nasi tumpeng memiliki corak warna merah putih, menarik perhatian warga.

Tumpeng adalah sajian nasi berbentuk kerucut yang lekat dengan kebudayaan Jawa.

Meski begitu, sajian tumpeng tak hanya bisa dijumpai di Jawa namun juga ditemukan di berbagai daerah di Indonesia.

Tumpeng biasa disajikan dalam acara-acara penting atau upacara adat, tentunya dengan didampingi lauk yang beragam.

Bentuk dasar kerucut untuk membentuk tumpeng biasanya dibuat dengan kukusan atau cetakan.(Minggu 6/08/2023).

Ketua Panitia Yuniarsih mengatakan, sejumlah perlombaan yang digelar termasuk lomba nasi tumpeng ini untuk mempererat persatuan antar warga.

“Warga yang tinggal di sini datang dari beragam suku, agama, dan golongan. Nah, perlombaan semacam ini bisa mempererat kebersamaan dengan semangat Bhineka Tunggal Ika,” ujarnya.

Lebih lanjut Yuniarsih menambahkan, Semua nasi tumpeng yang diperlombakan ini kemudian disantap bersama warga setempat dalam suasana kebersamaan.

Setelah melalui proses seleksi oleh tim juri lomba kreasi membuat/menghias tumpeng pada kegiatan pesta rakyat memperingati ke 78 tahun hari Kemerdekaan RI yang diselenggarakan oleh TP.PKK Desa Gilirejo Baru , maka juara pertama (I) diputuskan diraih oleh peserta Ibu ibu Margomulyo RT 14, Sedangkan untuk juara ke II diraih oleh peserta dari Gondanglegi RT 8B dan juara III diraih oleh peserta Plosorejo RT 12.

Sementara itu Jayanto, S.Pdi selaku Kadus, mengaku terharu karena tahun ini perayaan 17 Agustus 2023 mendapat sambutan antusias dari warga, terutama keterlibatan warga dalam berbagai perlombaan.

“Ini menggambarkan kita semua di sini makin kompak, terbukti semua warga berpatisipasi memeriahkan HUT Kemerdekaan RI,” ucapnya.

Lebih lanjut Juyanto menjelaskan tentang apa itu tumpeng. Tumpeng mendapatkan tempat tersendiri dalam kehidupan masyarakat jawa, tidak disajikan dan digunakan sembarangan untuk keperluan sehari-hari. Tumpeng merupakan kependekan dari “tumapaking penguripan-tumindak lempeng tumuju Pangeran” yang artinya berkiblatlah kepada, pemikiran bahwa manusia itu harus hidup menuju jalan Allah.

Masyarakat tradisional Jawa mempunyai kepercayaan bahwa ada kekuatan gaib diluar diri manusia yang dapat mempengaruhi kehidupan mereka Oleh karena itu mereka merasa perlu memelihara hubungan dengan kekuatan tersebut agar terjadi keseimbangan dengan kehidupan mereka. Secara umum hal tersebut dinamakan dengan selamatan , yang mana selamatan sering dilakukan dengan cara kenduri yang berati makan bersama. Kenduri yang di dalam nya mengandung harapan untuk memperoleh keselamatan selalu menghidangkan tumpeng yang dikelilingi lauk pauk yang beraneka macam jenis nya dan kelengkapan lain sesuai dengan hajat yang bersangkutan.

Penempatan tumpeng dan lauk pauk nya menyimbolkan gunung dan tanah yang subur dikelilingi gunung . Nasi tumpeng yang berbentuk kerucut dikaitkan dengan gunung , yang berarti tempat rena yang dinilai sakral oleh masyarakat Jawa, karena memiliki kaitan yang erat dengan langit dan surga. Nasi yang menjulang keatas ini merupakan harapan agar kehidupan kita meningkat. Sementara tanah di sekeliling gunung disimbolkan dengan lauk pauk yang bervariasi menjadikan kesejahteraan yang hakiki.jelasnya kepada Istana Negara.

Sementara itu, Kepala Desa Gilirejo Baru Supratikno atau yang akrab disapa (Bagong) mengapresiasi berbagai perlombaan yang digelar di Desa Gilirejo Baru. Supratikno juga meminta agar ke depan kegiatan serupa bisa digelar lebih besar lagi dan melibatkan banyak pihak.

“Saya harapkan ke depan kegiatan ini bisa melibatkan warga di sekitar perumahan agar kebersamaan ini bisa menjadi lebih besar, dan acara tahun depan lebih meriah lagi,” ujar Kepala Desa Gilirejo Baru.

Selama dua minggu, warga Desa Gilirejo Baru menggelar bebagai perlombaan, di bidang olahraga ada sepak bola, volly, pungkasnya,(Red ; Arw)

Berita Terkait

Komentar