PT. BERITA ISTANA NEGARA

Pria Asal Sumenep Menipu Wanita Asal Madiun Hingga Rp773 Juta

Berita Istana - Sabtu, 7 Oktober 2023 04:01

Madiun – Bermodalkan omongan manis dan sejumlah foto berkas untuk mengibuli korbannya, seorang pria bernama Ahmadi asal Tengginah, Desa Sentol Laok, Kecamatan Pragaan, Kabupaten, Sumenep sukses menipu sejumlah korbannya. Bahkan, informasinya total kerugian korban mencapai Rp.773.000.000 (tujuh ratus tujuh puluh tiga juta rupiah).

Modus yang dilakukan Ahmadi cukup pandai, dengan hanya mengaku mendapat sejumlah pekerjaan proyek dari Dinas Pekerja Umum (PU) di beberapa Wilayah Ngawi (Jatim), dia berhasil menipu sejumlah korbannya.

Eny Purwanti (50), pengusaha beras asal Madiun salah satu korbannya. Uang pribadinya sebesar Rp773 juta melayang usai berpindah tangan ke AH. Akibat itu, Eny yang juga selalu tim investigasi Istana Negara berencana melaporkan hal itu ke pihak kepolisian.

Eny menceritakan, awal mula kejadian. Saat itu, dia bertemu pelaku di rumahnya, saat itu pelaku memesan beras tiga ton,pelaku sudah lama tidak ada komonikasi dengan korban,tiba tiba pelaku datang ke rumah korban dengan cerita panjang lebar kalau pelaku saat ini bekerja di OJK Surabaya, dan mengaku saat ini pelaku mendapatkan proyek di Ngawi butuh modal ini dan itu, hanya dengan bermodalkan mulut manis yang licin pelaku bisa mengelabui korban hingga ratusan juta rupiah, (Sabtu 7 Oktober 2023).

Eny,menceritakan, awal mula kejadian. Saat itu, dia bertemu pelaku di rumahnya Wayut, Wayut,Jiwan, Madiun, Jawa Timur, pada 26 Mei 2022 lalu.

Di situ Eny dan AH berbincang mengenai pekerjaan sehari-hari. Rupanya AH mengumbar bahwa dirinya sedang menangani sejumlah proyek dengan nominal besar.

“Berlanjut komonikasi melalui aplikasi WhatsApp terus ngobrol masalah aktivitas pekerjaan. Terus akhirnya bicara pekerjaan. Mulai meyakinkan bahwa dia banyak proyek di PU, dia sampai tunjukkan berkas-berkas proyek di handphone untuk meyakinkan, enggak tahu itu dapat dari mana dia,” ujar Eny saat ditemui di hubungi awak media Istana Negara melalui telfon selular,30/07/22.

Kemudian, pelaku menawarkan kepada korban untuk melakukan investasi. Awalnya, pelaku meminta uang sebesar Rp30 juta, tetapi korban tak langsung memberikan lantaran belum begitu yakin.

Beberapa hari kemudian, yakni pada tanggal 26 Mei 2022 Eny bertemu dengan pelaku di tempat yang sama dan menyetor uang sebesar Rp773 juta, dengan harapan bisa mendapatkan keuntungan.

“Katanya bulan depan dikembalikan dan dapat keuntungan dari dana tadi. Jadi saya kasih ke dia Rp773 juta melalui transfer, ada bukti transfer kok,” paparnya.

Sebulan kemudian Eny pun menagih. Namun, pelaku bersilat lidah dan mengulur waktu pembayaran. Hingga saat ini pelaku bahkan tak kunjung ada kabar.

“Beberapa waktu lalu saya WA katanya lagi di luar kota urus uang, sulit sinyal. Sampai sekarang belum ada respons. Sudah saya datangi rumahnya ternyata itu rumahnya sendiri dan dia juga pernah meminta korban membayar besi saat pelaku sedang bangun rumahnya, jadi enggak tahu ke mana,” ujar Eny.

Berita Terkait

Komentar