PT. BERITA ISTANA NEGARA

SMAN 2 Salatiga Digegerkan Perundungan Siswa

Berita Istana - Kamis, 4 Januari 2024 06:31

SALATIGA | BERITA ISTANA– Kejadian perundungan kembali mengguncang lingkungan sekolah di Salatiga. Seorang siswa SMA Negeri 2 kelas 10 diduga menjadi korban bullying berulang kali oleh sejumlah teman sekolahnya.

Orang tua korban, Guntur Sri Hartono, mengungkapkan kekecewaannya dan kekhawatiran akan dampak psikologis yang dialami anaknya.

Guntur Sri Hartono, ketika ditemui awak media, Kamis (4/1/2024) mengungkapkan kekagetannya saat mendengar keluhan anaknya yang kini menolak masuk sekolah. Anaknya yang menjadi korban bullying mengalami depresi, bahkan telah absen selama dua hari dan terlihat murung di kamar.

“Peristiwa bullying tersebut sudah beberapa kali terjadi, mencakup tindakan merusak sepeda motor dan pemaksaan membuka hijab serta dipalak,”kata Guntur saat ditemui dirumahnya, Perum Argotunggal, Kelurahan Ledok, Kecamatan Argomulyo, Kota Salatiga.

Guntur merasa prihatin karena anaknya mengalami depresi setelah insiden tersebut. Bahkan, ia (Siswa korban bullying) telah mengirim pesan WhatsApp kepada istri (ibu korban) akan bunuh diri jika tidak dipindah sekolah.

Anak pertama Guntur juga pernah menjadi korban bullying di SMA Negeri 2 Salatiga, namun dengan ketahanan mental yang kuat, anak tersebut berhasil melaluinya dan kini telah lulus.

Guntur berencana memindahkan anaknya ke sekolah lain, merasa bahwa lingkungan di SMA Negeri 2 dapat memperburuk kondisi mental anaknya.

“Saya berharap agar pihak sekolah mengambil tindakan tegas dan meningkatkan pengawasan agar kejadian serupa tidak terulang,”harap Guntur.

Kepala Sekolah SMA Negeri 2 Salatiga, Tentrem Lestari, belum saat dikonfirmasi awak media melalui pesan WhatsApp belum memberikan tanggapan terkait insiden bullying yang menimpa siswanya.

Sebagai respons, pihak SMA Negeri 2, diwakili oleh guru wali murid, telah mengunjungi rumah siswa korban bullying untuk melakukan musyawarah.

Sementara itu, usai melakukan kunjungan ke rumah siswa diduga korban bullying, pihak sekolah enggan memberikan keterangan dengan alasan masih melakukan investigasi.(*)

Berita Terkait

Komentar