PT. BERITA ISTANA NEGARA

Skandal Tanah GG: Kepala Desa Diduga Serobot Aset Warga untuk Pertambangan Ilegal

Berita Istana - Selasa, 2 April 2024 07:59

Rembang, | Aksi Kepala Desa Lodan Kulon, H. Gufron, yang diduga merampas tanah GG (Governor Ground) yang dikelola oleh warga untuk kepentingan pertambangan ilegal menciptakan kemarahan di kalangan penduduk. Tindakan ini dianggap merugikan warga yang telah mengelola dan membayar pajak atas tanah tersebut selama lebih dari sebelas tahun.

Salah satu korban, istri almarhum Samain, yang telah mengelola tanah tersebut secara emosional menyatakan ketidakpuasannya atas tindakan Kepala Desa yang mengambil tanah tersebut tanpa memberikan ganti rugi. Pertambangan ilegal yang dilakukan Kepala Desa tanpa izin (PETI) pada periode 2019 hingga 2022 menambah kepahitan para korban.(Selasa 2 April 2024).

Ketidakjelasan Kepala Desa dalam menjelaskan permasalahan tambang yang dikelolanya serta dugaan pengalihan dana pribadi memperparah ketegangan di Desa Lodan Kulon. Warga, dipimpin oleh tokoh masyarakat, menuntut diadakannya Musyawarah Desa (Musdes) untuk mengungkap kebenaran dan menyelesaikan masalah secara transparan.

Tak hanya itu, campur tangan istri Kepala Desa dalam urusan pemerintahan desa juga menuai protes keras dari warga. Keberatan terhadap perilaku Kepala Desa dan istri yang memaksa dalam kebijakan desa menciptakan ketegangan di antara penduduk.

Masyarakat Desa Lodan Kulon menegaskan kebutuhan akan Musdes sebagai langkah untuk membuka diskusi terbuka mengenai isu-isu yang terjadi di desa mereka. Harapan akan transparansi dan keadilan menjadi tuntutan utama dalam penyelesaian konflik ini.

Array

Berita Terkait

Komentar