PT. BERITA ISTANA NEGARA

Awas !!! Obat Rumput Palsu yang Dibuat Oknum Warga Blitar Beredar Dibeberapa Provinsi

Berita Istana - Minggu, 24 September 2023 05:17

Awas !!! Obat Rumput Palsu yang Dibuat Oknum Warga Blitar Beredar Dibeberapa Provinsi

Jateng – Maraknya kasus penjualan pestisida palsu yang diramu dari campuran berbagai macam pestisida dengan tetes tebu dan air pelaku pemalsuan sekaligus pengoplosan serta membuat label palsu obat-obatan pertanian seperti herbisida.

Warsito menegaskan, modus pelaku dengan mengganti label herbisida bermerek asli dengan produk palsu seperti SQUATOP,TON UP setelah dioplos merek berbeda yang di jual kepada petani di provinsi Jawa Tengah,Jawa Timur, Provinsi Lampung dan sekitarnya.

Warsito, menegaskan kasus tersebut berawal dari adanya aduan masyarakat yang mengeluhkan obat pembasmi rumput liar yang dibelinya tidak ampuh saat dipakai. Bukannya rumput mati, justru bertambah subur saat dipakai.

“Ada informasi masyarakat tentang obat pembasmi rumput liar yang harusnya untuk mematikan rumput, ternyata malah membuat rumput subur,” katanya di Sragen, Minggu.

Pelaku yang bernama Agus Susanto (35) merupakan warga kampung Jl. Jagalan, Kabupaten Kediri, Provinsi Jawa Timur ,” kata Warsito saat ditemui di rumahnya. Sabtu 24 September 2023.

Modusnya pelaku ini mengaku,mereka membeli satu ton obat asli, untuk satu ton obat rumput merek ternama dijadikan tiga ton di oplos berbagai macam campuran lalu dikemas menggunakan merek sendiri dijual di beberapa provinsi ini pengakuan dari pelaku saat ngobrol di salah satu hotel di Bandungan Semarang.

Ia mengatakan, praktik pemalsuan berbagai jenis dan merk obat-obatan pertanian itu terungkap saat Warsito meminta kandungan formulasi pada herbisida, namun saat ditanya formulasi, Agus Susanto menjawab itu yang mengurus kawan saya orang Wonosobo,ternyata sesuai keterangan yang disampaikan pelaku, praktik pemalsuan berbagai jenis dan merk pestisida itu sudah dilakukan kegiatan pemalsuan berbagai jenis dan merk pestisida yang siap edar ini sudah berjalan beberapa tahun,berbagai jenis barang bukti seperti ribuan botol kosong berbagai jenis/merk Pestisida.

Botol-botol itu digunakan sebagai kemasan pestisida yang dipalsukan,
barang bukti lain seperti ratusan lembar stiker label berbagai jenis/merk Pestisida, beberapa buah jerigen berisi cairan kimia, serta berbagai jenis peralatan/perlengkapan produksi, seperti ember, alat takar, lem, pewarna makanan, tepung dan lain-lain.

Pelaku mengaku dalam setiap kali produksi, dirinya berhasil membuat ratusan dus pestisida berbagai jenis/merek dan ukuran.

Pestisida palsu itu dijual ke beberapa Provinsi.

“Setiap kali penjualan, pelaku mengaku mendapatkan keuntungan bersih sekitar Rp150.000.000.

Sementara itu hasil investigasi independen tim Istana Negara, saat menemui beberapa petani Supardi 55 tahun warga Jawa Tengah iya jelaskan dia membeli produk obat rumput merek SQUATOP dan TON UP dari toko online, saat digunakan untuk menyemprot rumput bukanya mati tapi malah subur, waktu itu itu yang beli anak saya mas, katanya beli lewat hp tapi saat saya gunakan rumput tidak mati, terangnya kepada awak media Istana Negara.

Hal yang sama juga disampaikan Agus 43 tahun warga Grobogan Jawa Tengah, nasib serupa juga dialami saat membeli obat merek yang sama saat digunakan rumputnya tidak mati,(Red; Arw).

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari https://www.istananegara.co.id. Mari bergabung di Grup Facebook “Istana Negara News Update”, caranya klik link …kemudian join. Anda harus install aplikasi Facebook terlebih dulu di ponsel Follow Istana Negara di Google News.

Berita Terkait

Komentar