PT. BERITA ISTANA NEGARA

Bakso Kota Barat Pak Klowor: Legenda Kuliner Kota Solo Sejak 1990

Berita Istana - Kamis, 16 Mei 2024 02:01

Solo – Bakso, makanan yang telah mengakar dalam budaya kuliner Indonesia, memikat hati seluruh lapisan masyarakat. Dari anak-anak hingga orang tua, semua menyukai hidangan yang berlimpah cita rasa ini. Di setiap sudut Nusantara, penjual bakso menyambut antusiasme penggemar dengan beragam bentuk dan rasa, memenuhi selera konsumen, terutama saat cuaca sedang dingin dengan kuah yang menggoda.(Kamis 16 Mei 2024).

Salah satu ikon kuliner Kota Solo sejak tahun 1990 adalah Bakso Pak Klowor Kota Barat.

Bakso Pak Klowor, yang berlokasi di Jalan Doktor Moewardi No 52, Penumping, Kecamatan Laweyan, atau lebih dikenal di barat Flyover Manahan, telah menjadi primadona kuliner bagi warga sekitar maupun pelancong dari luar kota. Meskipun berdiri di depan ruko sederhana, kelezatan dan popularitasnya tidak pernah surut.

Bakso Pak Klowor menawarkan hidangan bakso dengan isi yang melimpah, mulai dari urat sapi, iga sapi, tahu, hingga mie putih, disajikan dalam kuah segar yang memikat lidah.

Seorang pelanggan setia, Sri Uminah, yang datang dari jauh di Celep, Kedawung, Kabupaten Sragen, bersaksi akan kelezatan Bakso Pak Klowor yang tak pernah berubah sejak pertama kali ia mencicipinya.

Menjadi magnet bagi pecinta kuliner, Bakso Pak Klowor tidak lepas dari kepemilikan Sajianto, atau yang akrab disapa Pak Klowor. Dilahirkan di sebuah kampung terpencil yang berbatasan antara Boyolali dan Grobogan, Sajianto, lahir tahun 1968, awalnya berjualan bakso dengan gerobak ala kadarnya di Kota Solo.

Perjalanan berjualan yang penuh liku itu membawanya berpindah-pindah tempat hingga menetap di lokasi saat ini. Kehadiran Bakso Pak Klowor menjadi sebuah ikon di samping Flyover Manahan merupakan hasil dari perjuangannya menghadapi penggusuran dan penataan ruang Kota Solo.

Rahasia kelezatan bakso khas Pak Klowor terletak pada pemilihan bahan baku berkualitas super. Sajianto mempertahankan rasa autentiknya dengan harga yang terjangkau bagi semua kalangan.

Di tengah bulan puasa, Bakso Pak Klowor mampu menghabiskan 25 kilogram daging, menjadi bukti kesetiaannya selama hampir 34 tahun berjualan. Dari belum menikah hingga memiliki dua anak dan tiga cucu, perjalanan hidupnya diwarnai dengan dedikasi pada kuliner.

Nama “Pak Klowor” berasal dari sapaan akrab teman-temannya semasa muda, sebuah julukan yang melekat dan menjadi identitasnya dalam dunia kuliner. Meski banyak yang meniru, keunikan dan kelezatan Bakso Pak Klowor tetap tak tertandingi.

Selain bakso, warung milik Pak Klowor juga menawarkan mie ayam, melengkapi pengalaman kuliner yang tak terlupakan bagi para pelanggannya.(Red:arw)

Array

Berita Terkait

Komentar