PT. BERITA ISTANA NEGARA

Barang dari Malaysia Masuk Pelabuhan Bengkalis, Diduga Ada  Pemalsuan Data

Berita Istana - Sabtu, 15 April 2023 01:22

BengkalisDugaan adanya barang ilegal dari Negeri sebrang Malaysia, masuk masuk di wilayah Riau melalui Pelabuhan Perikanan, yang berlokasi di Kecamatan Bengkalis, Kabupaten Bengkalis Propinsi Riau.

luput dari pantauan APH.

Informasi berawal dari masyarakat yang di himpun oleh awak media istananegara.co.id Perwakilan Riau, dan Lembaga Swadaya Masyarakat Forom Independen Penampung Aspirasi Masyarakat DPP-LSM-FIPAM.

Kemudian untuk memastikan kebenaran informasi tersebut, tim langsung turun di TKP, kemudian terlihat benar dua Kapal Kargo KLM Rita 10, dan KLM Bintang G sedang lakukan pembongkaran barang yang berasal dari Malaysia.

Ada pun barang muatan kapal tersebut antara lain seperti, Paku,Besi tikar, Parang, Sabit kelapa, sawitnya, Mata cangkul,
Kacang kedelai,
Ikan sarden kaleng,
Susu Kental, Tepung, Milo, Cabe kering, Minuman kaleng, Ikan teri, Barang perabotan rumah, Barang Perabotan Kantor, Alat-alat perkebunan,Tanama Buah, Jagung,Sekop, Kertas sembahyang cina,
Tanaman Hias,
Minyak Sembahyang cina, Permen Coklat
Pempers, Kue Apolo, Kotak yang tidak diketahui isinya, Snack Makanan Ringan, Pot Tanaman, Sendal, Sepatu, Biasa, Sepatu Bot, Minuman Bergas Botol.

Untuk lebih jelas Team LSM dan juga awak media mencari tau, siapa pemiliknya Kapal dan barang tersebut, kepada masyarakat yang kebetulan berada di seputaran pelabuhan itu, yang enggan di sebutkan namanya, membenarkan informasi tersebut “mengatakan benar ada kegiatan bongkar barang dari dari Malaysia melalui Kapal Tongkang di lakukan dalam satu Minggu bisa dua atau tiga kali ,” ujar nya.

Dan saat di tanyakan siapa pemilik kapal tersebut, ia mengatakan pemilik Kapal atau pengusaha penampung barang itu di duga punya berinisial Ag alias tk
yang alamat rumah di Jalan Ponegoro Kelurahan Damon Kecamatan Bengkalis ,” jelasnya.

Namun nomor handphone Ag tidak tahu, inisial Ag itu orang cina atau warga Tiong hoa , dan kegiatan masuk barang ini sudah lama dah bertahun tahun
“ungkapnya lagi.

Dan hati hati bang bila mau ke pelabuhan itu banyak bodigat bayaran dari Ag itu, biasanya bila masuk situ, dan bekingnya bukan orang sembarangan.

 

Kemudian beberapa masyarakat mengatakan hal yang sama jika memang masalah bongkar barang masuk dari Kapal Tongkang milik Ag itu benar, sudah lama bukan hanya setahun dua tahun.

Tambahnya lagi memang kecurigaan kami sebagai masyarakat dari dulu ada bahwa di duga barang bongkaran itu sudah ada pengurangan tonase dan kami lihat luput dari pengawasan pihak yang berwenang /APH, jadi yang di takutkan dalam barang tersebut ada barang terlarang atau barang haram seperti Narkoba sejenis sabu, karena saat ini sudah tak asing lagi di setiap pemberitaan barang tangkapan Narkoba jenis sabu itu berasal dari negara sebrang malaysia.

Untuk di ketahui satu
Kargo berkapasitas muatan 500 ton Per unit, kami sangat curiga ada dugaan pengurangan volume beda yang di laporkan jumlah dari Malaysia setelah sampai di pelabuhan Bengkalis dan ada dugaan pemalsuan daftar muatan dan dokumen, yang tidak sampai 500 ton sementara yang terpantau aja sudah jelas muatannya penuh .

Pelabuhan ini tidak jauh dari kantor Bea Cukai Bengkalis tetapi bisa di kelabui oleh AG.

Di minta Kapolda Riau turunkan team gabungan/Disperindag untuk lidik informasi ini karena ada campur orang terhebat di belakang Ag sehingga berani berbuat seenaknya. Red.

Sampai tayang berita ini belum bisa di konfirmasi dengan AG karena belum dapat Nomor Handphone, namun DPP LSM-FIPAM telah menyurati AG dua kali untuk mengklarifikasi informasi tersebut namun tak ada respon dari AG karena merasa kebel Hukum dan diduga punya orang terhebat untuk backing.

Sumber :Tim LSM FIPAM.
(UG)

Berita Terkait

Komentar