PT. BERITA ISTANA NEGARA

Butet Kartaredjasa Umpat Jokowi dengan Kata-kata Binatang

Berita Istana - Senin, 29 Januari 2024 09:48

Yogyakarta – Seniman sekaligus budayawan Butet Kartaredjasa menyindir Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang belakangan dianggap selalu ‘membuntuti’ kampanye capres nomor urut 03 Ganjar Pranowo.
Sindiran itu disampaikan Butet sebelum menyampaikan pantunnya dalam acara Hajatan Rakyat Yogyakarta di Alun-alun Wates, Kulon Progo, DIY, Minggu (28/1) sore.

“Setiap Mas Ganjar datang selalu ada yang ngintili (mengikuti). Hari ini Mas Ganjar akan datang menemui kita, kemarin sudah ada yang ngintili,” kata Butet.

Budayawan asal Yogyakarta Butet Kartaredjasa mengumpat Presiden Joko Widodo (Jokowi) dengan kata-kata binatang.

“Kalian adalah banteng-banteng ketaton banteng-banteng yang dilukai siapa yang melukai? Jokowi asu (anjing),” kata Butet saat kampanye Ganjar-Mahfud di Yogyakarta.

Kata Butet, Jokowi selalu mengikuti kampanye yang akan dilakukan Ganjar.

“Setiap Mas Ganjar datang lalu ada yang ngintili (mengikuti). Hari ini Mas Ganjar akan datang menemui kita kemarin sudah ada yang ngintil (ngikut) padahal sing tukang ngintil kuwi apa jenenge wedus (yang suka mengikuti namanya kambing),” kata Butet.

Butet mengatakan, kambing hanya bisa dimasak untuk tongseng dan tidak bisa dijadikan panutan kader Banteng.

“Kui isane kudune ming ditongseng wedus kok mendukung paslon kabeh banteng banteng ini ketaton (kambing itu hanya bisa ditongseng. Semua yang hadir di sini kader Banteng,” jelasnya.

“Jadi kawan-kawan santai tenang sebentar boleh enggak saya membaca pantun sabar yo su (buat kawan-kawan saya akan membaca pantun jing (maksudnya asu-red)). Pantun hajatan rakyat. Ada kucing gondol iwak empal, aku marah tak lempar sandal Jokowi maunya revolusi mental tapi gagal terjungkal-jungkal. Kucingnya kabur kakinya pincang ingin terbang tak bisa melayang ngakali survei supaya menang.Jelas jika menang karena main curang. Satu-satu aku sayang Ibu dua-dua aku sayang ayah jutaan jokower merasa ditipu penampilannya lugu jebul licik ngakali mahkamah saiki dulurmu iki wong edan gondal-gandul tanpa cawat bagi mereka tuanku adalah konglomerat. Gatut kaca tulangnya besi ototnya kawat bagi Ganjar Mahfud tuanku adalah rakyat. Di sini nang Kulon Progo makanan tradisional geblek namanya kalau di Bantul namanya geplak seharusnya Kita hormati yang mimpin negara tapi maaf Kita muak karena dia memihak,” ungkapnya.

Butet mengatakan, warga yang ikut dalam kampanye diikat bersama Ganjar-Mahfud dengan menggelorakan Revolusi Cinta.

“Kita semua berkumpul di sini diikat tali jiwa bersama Ganjar-Mahfud gelorakan Revolusi Cinta,” paparnya.(*)

Berita Terkait

Komentar