PT. BERITA ISTANA NEGARA

Inilah Bakso Pak Klowor Kota Barat yang Menjadi Legendaris di Solo Sejak 1990

Berita Istana - Minggu, 16 April 2023 01:45

Solo – Bakso merupakan Makanan yang cukup populer yang tentunya digemari seluruh masyarakat Indonesia. Makanan yang di jual di seluruh plosok Nusantara ini banyak sekali peminatnya, banyak dari kalangan menyukai Makanan Bakso, baik itu dari kalangan anak-anak, anak muda dan orang tua. Tentunya banyak sekali penjual Makanan Bakso yang sering kita jumpai, Mulai dari warung tenda pinggir jalan hingga restoran. Bentuk dan rasanya pun beraneka ragam cita rasa untuk memenuhi selerah konsumen. Makanan ini lebih enak di santap ketika keadaan cuaca sedang dingin dengan kuah yang panas.

Salah satunya adalah Bakso Pak Klowor Kota Barat menjadi salah satu santapan lezat yang ada di Kota Solo sejak 1990.

Bakso Pak Klowor sudah Ada sejak 1990, lokasinya ada di Jalan Doktor Moewardi No 52, Penumping, Kecamatan Laweyan atau lebih tepatnya di barat Flayover Manahan.

Meski di depan sebuah ruko dengan tenda biasa, jangan tanyakan soal rasa dan lezatnya karena tak pernah sepi dari pembeli.

Apalagi jenis baksonya lengkap berisi urat kecil, iga sapi, tahu, mie putih yang dipadukan jadi satu dengan kuah segarnya.

Seorang pelanggan, Sri Uminah yang merupakan warga Celep, Kedawung, Kabupaten Sragen rela menempuh jarak cukup jauh hanya demi membeli bakso Pak Klowor.

Menurutnya citarasa yang enek serta rasanya tidak pernah berubah sejak pertama ia mencicipinya.

“Udah lama banget, rasanya enggak pernah berubah, setiap sebulan sekali mampir ke sini,” kata dia kepada Istana Negara, (16/4/2023).

Lantas siapa pemilik Bakso Pak Klowor itu? Dia adalah Sajianto atau yang akrab di panggil Klowor. Sajianto sendiri terlahir dari sebuah kampung terpencil yang berbatasan Boyolali dan Grobogan dia adalah warga Dondong Timur RT 02/00, Desa Gilirejo Baru, Kecamatan Miri, Kabupaten Sragen Provinsi Jawa Tengah.

Pria paruh baya kelahiran tahun 1968 itu mengaku pertama berjualan bakso di Kota Solo dengan gerobok ala kadarnya.

“Saya jualan muter-muter dulu, keliling lewat gang-gang, waktu itu hampir dua tahun, terus lanjut berjualan menetap,” kata dia saat ditemui di rumahnya.

Sajianto yang kemudian dipanggil Pak Klowor mengaku, tidak mudah perjalanannya berjualan bakso dari satu tempat ke tempat yang lain.

Sebelum menempati di lokasi sekarang, Pak Klowor mengaku telah berpindah-pindah tempat karena digusur penataan ruang Kota Solo.

“Dulu di pertigaan Solo Paragon, pindah di dekat Hotel Agas, terus geser lagi di depan usaha kecantikan hingga akhirnya di samping Flyover Manahan ini,” kata dia.

Rahasia keenakan bakso miliknya ini, Menurutnya karena jenis baksonya dari urat dan daging super.

“Kita pilih untuk mempertahankan rasa dengan harga yang standar,” ujarnya.

Dipertengahan bulan puasa ini dia menghabiskan daging hingga 25 kilogram. Selama hampir 34 tahun ini, dia setia berjualan sejak belum menikah hingga saat ini memiliki anak 2 dan tiga cucu.

Sejarah nama Pak Klowor berawal dari sapaan akrab dari teman-temannya semasa muda.

“Anak muda dulu, ada nama samaran ya itu sering dipakai teman-teman agar akrab juga,” jelasnya.

“Jadi pakai nama itu buat jualan ini biar tambah terkenal dan pembeda dari penjual bakso lalinya,” terang dia.

Meski telah mencari brand nama yang berbeda, masih ada orang yang menjiplak namanya itu.

“Banyak yang meniru, pernah nemui sendiri dan ada laporan pelanggan yang datang bilang kalau ada yang jualan namanya sama tapi rasanya beda,” ujarnya.

Selain bakso, dia juga menjual mie ayam di dalam warungnya. (ARW Red).

Array

Berita Terkait

Komentar