PT. BERITA ISTANA NEGARA

Proyek DAK Dindik Ngawi Diduga Banyak Ditemukan Penyimpangan Dimana Pengawasanya ?

Berita Istana - Kamis, 17 Agustus 2023 02:38

Ngawi – Pada tahun 2023 ini sama seperti tahun-tahun sebelumnya dinas pendidikan dan kebudayaan Kabupaten Ngawi Jawa-timur digelontor banyak dana dari pemerintah termasuk salah – satunya proyek DAK atau dana alokasi khusus, yang saat ini sedang dikerjakan.

Contoh diantaranya SMPN 3 Paron yang mendapatkan rehabilitasi gedung sekolah dengan nilai Rp 1.144.945.933.18, jangka waktu pelaksanaan 150 hari kalender, yang dikerjakan oleh pihak ketiga atau rekanan CV.Soraya.

Namun hasil investigasi yang dilakukan oleh tim awak media, diduga ditemukan banyak penyimpangan, misalnya saja tidak ditemukan Direksi qit, maupun Rab dan gambar, Sehingga akan sangat sulit dilakukan kontrol sosial bagi publik atau pihak terkait juga publik tentunya, yang seharusnya proyek tersebut dikerjakan secara transparan.

Selain itu secara kasat mata material berupa campuran adukan semen dan pasir cuma menggunakan setengah sak semen dalam 1 molen.

Untuk SOP K3 atau keselamatan dan kesehatan kerja sesuai UU No.1 tahun 2970 dan Permenaker No.5 tahun 1996 juga tidak diindahkan, alias semua pekerja tidak menggunakan peralatan kerja seperti helm, sepatu bot, dan rompi.

Sedang proyek yang berada di sekolah dengan masih bercampur untuk proses pembelajaran murid- murid itu juga tidak dipasang sekat pengaman sama sekali, sehingga rentan pada keselamatan siswa disitu apabila terkena material misalnya, paku, besi, seng, batu, atau bahan-bahan membahayakan lainya.


Ketika kepala kuli atau tenaga kerja ( mandor ) ditanya siapa rekanan pelaksana juga tidak mengerti, saat itu juga Rabu 16/8/23 pengawas proyek tidak ada ditempat, persis seperti tertera dipapan proyek yang tidak menyebut rekanan pengawasnya.

Hal tersebut hampir sama ditemukan pada pembangunan rehabilitasi gedung SMPN 2 Bringin, kecamatan Bringin. Proyek DAK dengan nilai pagu Rp.678.367.560.92, yang dikerjakan oleh CV.Sidomakmur. Parahnya sambungan pada pekerjaan pembesian atap dengan baja ringan L itu, dijumpai pada penyambungan-penyambunganya banyak yang terbuka alias tidak rapat pada pengelasannya, tentu secara logika akal sehat kekuatan pengatapan dipertanyakan ketika nanti ada beban genting atau krepus,belum lagi saat datang hujan, apakah tidak bahaya ??

Samirun Kabid pendidikan dasar dan menengah ketika diklarifikasi beberapa waktu yang lalu, menyatakan mengucapkan terimakasih atas kontrol sosialnya, ” tenaga kami terbatas tentu tidak bisa mengawasi secara menyeluruh dan tiap waktu, temuan dari teman media akan sangat berguna bagi evaluasi kami untuk langkah- langkah selanjutnya,” ujarnya singkat. (Bd)

Array

Berita Terkait

Komentar