PT. BERITA ISTANA NEGARA

Proyek Irigasi BBWS di Sragen Terkesan Asal Jadi

Berita Istana - Selasa, 5 September 2023 01:22

SRAGEN – Pelaksanaan pekerjaan proyek infrastruktur di Sragen kembali menjadi sorotan. Kali ini, muncul dugaan adanya proyek irigasi milik BBWS bengawan solo yang menjadi proyek irigasi asal jadi pasalnya kebiasaan oknum kontraktor mengurangi semen dalam pasangan mortar, mengurangi mutu beton, mengurangi pembesian.

Nampak diduga proyek yang dikerjakan adalah jadi ini milik BBWS (Balai Besar Wilayah Sungai), berupa pekerjaan sandaran di area irigasi yang ada didepan Ndayu Park, Desa Saradan, Kecamatan Karangmalang, Kabupaten Sragen, Provinsi Jawa Tengah, (Selasa 5 September 2023).

Terpantau, oleh tim Istana Negara pengerjaan proyek irigasi yang berada di depan Ndayu Park dan titik lokasi di BR 41+30 tidak sesuai spek belum musim penghujan sudah mulai rontok apalagi kena hujan bisa rontok semua , pengawas tidak mengontrol campuran atau membuat sampel mortar sehingga patut diduga banyaknya Mark up anggaran.

Proyek irigasi didepan diduga sengaja menyembunyikan informasi terhadap masyarakat karena pekerjaan tersebut yang sudah berjalan kurang lebih 2 bulan tidak di sertai papan informasi proyek di lokasi, papan informasi berada dekat kantor.

Sementara itu, tim Advokat Istana Negara, Minarno,SH menegaskan pemasangan papan nama informasi proyek adalah implementasi azas transparansi, sehingga masyarakat dapat ikut serta dalam proses pengawasan.

Menurut Amanah Undang-Undang Keterbukaan Informasi Publik (KIP) Nomor 14 Tahun 2008 dan Perpres Nomor 54 Tahun 2010 dan Nomor 70 Tahun 2012, dimana mengatur setiap pekerjaan bangunan fisik yang dibiayai negara wajib memasang papan nama proyek, dimana memuat jenis kegiatan, lokasi proyek, nomor kontrak, waktu pelaksanaan proyek dan nilai kontrak serta jangka waktu atau lama pekerjaan.

Bukan hanya tidak ada papan informasi di lokasi, pekerjaan proyek itu diduga dikerjakan asal – asal, sehingga terlihat campuran adukan dalam pemasangan batu tidak sesuai.tegasnya saat di sekretariat Istana Negara.

Salah satu pekerja di lapangan yang tidak mau disebut namanya mengatakan pekerjaan ini menggunakan anggaran dari mana saya tidak tau,namun pekerjaan ini sudah berjalan kurang lebih 1 bulan.

Bahkan ketika ditanya oleh awak media juga tidak mengetahui CV apa yang menjadi pelaksana proyek tersebut.

Sementara itu saat tim istana negara mengkonfirmasi Wawan selaku direktur utama PT ARIES melalui aplikasi WhatsApp +62 811-285-*** tidak ada jawaban meskipun sudah centang dua dan tanda baca sudah berwarna biru,(Arw)

Berita Terkait

Komentar